Assalamu'alaykum
Mari kita berusaha memperbaiki diri dan jangan sampai tertipu keelokan warna warni dunia. Betapa harus kita ingat bahwa dunia hanyalah sementara dan akhirat lah tempat tujuan kita. Perlu untuk kita instrospeksi diri akan amalan-amalan yang telah kita lakukan.
Rasulullah SAW bersabda,
"Dosa-dosa besar adalah menyekutukan Allah (syirik), durhaka kepada kedua orang tua, membunuh orang dan sumpah palsu"
(HR. Al Bukhari)
Abdullah bin Mas'ud r.a berkata,
"Seorang mukmin memandang dosanya bagaikan gunung yang akan runtuh, menimpa dirinya, sedangkan seorang pelaku dosa yang lain menganggap dosanya hanya seperti seekor lalat yang hinggap di hidungnya, cukup diusir dengan tangannya" (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Bilal bin Sa'ad ra berkata:
"... Dan barang siapa memberi contoh keburukan dalam Islam maka baginya dosa perbuatan itu dan dosa orang yang menyontohnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa itu dari pelakunya"(HR. Muslim).
Dari segi sasarannya, ada dua macam dosa
- Dosa yang berurusan dengan Allah
- Dosa yang terkait dengan sesama manusia
Agar istighfar atau taubat kita diterima allah, ada delapan etika yang perlu diperhatikan:
- Optimis akan pengampunan Allah SWT
- Menyesali dosa yang telah dikerjakan
- Berhenti melakukannya
- Bertekad untuk tidak mengulanginya
- Dilakukan sebelum sakaratul maut yaitu ketika nyawa sampai di tenggorokan, atau sebelum kiamat terjadi.
- Tidak menceritakan dosanya kepada siapapun kecuali berkonsultasi
- Jika dosa berkaitan dengan sesama manusia, maka ia harus menyelesaikan hak-hak orang tersebut, atau meminta maaf kepadanya terlebih dahulu sebelum memohon ampunan kepada Allah.
- Memperbanyak perbuatan baik
Abu Bakar Al Wasithi berkata,
"Tergesa-gesa itu tidak baik, tapi tergesa-gesa untuk istighfar dan taubat justru salah satu ciri muslim yang bertakwa."
"...Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sungguh, tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir" (QS. Yusuf[12]:87)
Bukan hanya ayat di atas saja, namun juga berikut
"Katakanlah hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sungguh, Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"(QS. Az-Zumar [39] : 53)
"Wahai keturunan Adam, selama engkau berdoa dan penuh harap kepada-Ku, Aku pasti mengampuni dosa yang telah engkau lakukan, tidak peduli berapapun banyaknya. Wahai keturunan Adam, seandainya dosa-dosamu bagai-kan awan di langit, lalu engkau meminta ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni, tidak peduli berapapun banyaknya. wahai keturunan Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa seisi bumi, lalu engkau bertemu dengan-Ku tanpa menyekutukan sesuatu apapun dengan-Ku, niscaya Aku ampuni dosa seisi bumi itu " (HR. Al Tirmidzi dari Anas r.a)
Maka Allah SWT murka pada siapapun yang menceritakan dosanya kepada orang lain, kecuali untuk mencari solusi atau konsultasi.
"Wahai keturunan Adam, selama engkau berdoa dan penuh harap kepada-Ku, Aku pasti mengampuni dosa yang telah engkau lakukan, tidak peduli berapapun banyaknya. Wahai keturunan Adam, seandainya dosa-dosamu bagai-kan awan di langit, lalu engkau meminta ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni, tidak peduli berapapun banyaknya. wahai keturunan Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa seisi bumi, lalu engkau bertemu dengan-Ku tanpa menyekutukan sesuatu apapun dengan-Ku, niscaya Aku ampuni dosa seisi bumi itu " (HR. Al Tirmidzi dari Anas r.a)
Maka Allah SWT murka pada siapapun yang menceritakan dosanya kepada orang lain, kecuali untuk mencari solusi atau konsultasi.
Rasulullah SAW bersabda,
"Semua pengikutku akan selamat kecuali orang-orang yang pamer dosa. Di antara perbuatan pamer dosa ialah jika seseorang berdosa di malam hari sementara Allah telah menutupi aibnya, namun di pagi hari, ia merobek tirai penutup itu sambil bercerita, "Hai fulan, semalam aku melakukan ini dan itu" (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Allah tidak pernah bosan menerima istighfar hamba-Nya. Allah tidak memberi batas maksimal berapa kali istighfar seseorang.
Abu Bakar As-Shiddiq berkata,
"Bukanlah termasuk orang yang mengabadikan perbuatan dosa, orang yang selalu membaca istighfar, sekalipun ia mengulang dosa itu tujuh puluh kali dalam sehari."
Hadist riwayat Al Bukhari,
Istighfar juga harus diikuti dengan perbuatan yang baik sebanyak-banyaknya. Sebab setiap berbuatan yang baik berfungsi menghapus dosa disamping menambah pahala.
Semoga bermanfaat
Wassalamu'alaykum
Referensi utama:
Majalah Berbahasa Indonesia, TIM Internasional, Edisi 67, April 2013


